.png)
Bab Kaanu Ya’lamuun oleh Syaikh Abu Islam. Buku tersebut terdiri dari tiga jilid dan sangat dianjurkan untuk dibaca karena berdasarkan 234 khutbah yang dibawakan Syaikh di Jordan. Kumpulan khotbah Syaikh Abu Islam lainnya adalah Thamaraat ul-Iman – Mawaaqif Imaniyyah yang terdiri dari 40 khutbah dalam satu jilid. Juga terdapat Du’a min al- Kitab wa as-Sunnah, yang terdiri dari 45 khutbah dalam satu jilid.1 Jordan dan beliau dianjurkan untuk mempublikasikan khotbah-khutbahnya oleh ahli hadits abad ini, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah. Syaikh Abu Islam menyebutkan bahwa: “Saya memulai dengan bertawakkal kepada Allah, dalam membawakan khotbah dalam masalah aqidah, dan dari karunia Allah kepadaku dan kepada manusia, adalah bahwa saya menemukan bahwa orang-orang menerima khotbah ini dan memperhatikannya dan mengambil manfaat darinya. Syaikh Albani rahimahullah memperhatikan tentang apa yang telah dikatakan mengenai diriku, dan kadang-kadang menghadiri khotbah-ku dan bertanya mengenai apa yang akan menjadi topik khotbah dan manakala saya memberitahukan kepadanya bahwa Allah telah memberkahi orang-orang sehingga menyukai khotbah (yang kusampaikan), beliau berkata,
“Segala puji bagi Allah dan kemuliaan berasal dari-Nya.” Hari-hari, bulan dan tahun berlalu, dan orang-orang yang mendengarkan khotbah mengenai aqidah semakin meningkat dari hari ke hari. Rekaman kaset dari khotbah-khotbah ini menyebar dikalangan penuntut ilmu dan orang-orang yang memberikan khotbah di berbagai tempat (Jordan). Maka beberapa saudara yang terhormat meminta saya untuk mempublikasikan khotbah-khotbah tersebut dalam bentuk buku, agar para penuntut ilmu dan orang-orang yang hendak memberikan khotbah dapat mengambil manfaat darinya di berbagai tempat. Namun demikian, saya menolak ide ini pada awalnya karena saya bukan seseorang yang pantas untuk itu. Namun atas desakan mereka, saya melakukan shalat istikharah dan kemudian menemui Syaikh-ku, ayahku, Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah.
Saya berkonsultasi dengannya mengenai penerbitan kumpulan khotbah tersebut dan dia rahimahullah berkata: “Ini adalah suatu hal yang baik, dan saya nasihatkan kepadamu untuk mempublikasikannya, bahkan wajib bagimu untuk melakukannya, karena masalah aqidah adalah perkara yang sangat penting dan semua dai harus menyadari kepentingannya. Dalam penerbitan buku ini adalah merupakan penyebaran aqidah yang benar dan tolong-menolong denganmu dalam kebaikan dan ketakwaan... dan bertawakkal lah kepada Allah.” Kemudian istriku, Ummu Islam, semoga Allah melindunginya dari kejahatan, mengumpulkan khotbah dari kaset-kaset dan membuat transkrip dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakannya, wallahu a’lam. Kami memohon kepada Allah untuk menjadikan baginya sebagai salah satu dari amal baiknya.”2