Sebab ditulisnya Kitab Ini
Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam. Kepada-Nya kita memohon dan kepada-Nya jua kita meminta ampun. Kita memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka ia tidak akan mendapatkan kesesatan. Barangsiapa yang tersesat, maka tidak ada yang dapat memberikannya petunjuk kecuali hanya Dia semata. Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang maha Esa. Saya bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
sebenarbenar takwa kepada-Nya; danjanganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam ... (Qs. Aali 'Imraan (3): 102).
telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang hanyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu ... (Qs. An-Nisaa(4): 1)
dan katakanlah perkataan yang benar. niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. "(QS. Al Ahzaab(33): 70 dan 71)
Selanjutnya, sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah kitabullah. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW. Sedang seburuk-buruk sesuatu adalah mengada-ada, dan semua yang mengada-ada adalah bid'ah, dan semua yang bid'ah adalah sesat, dan semua yang sesat tempat kembalinya adalah neraka.
Tidak pemah terlintas dalam benakku akan meluangkan waktu untuk menyusun sebuah risalah seperti ini sebelumnya. Akan tetapi, Allah SWT jika menghendaki sesuatu, maka pasti akan mewujudkannya. Tepatnya pada awal bulan Jumadil Ula tahun (1393 H) saya mendapatkan pentahqiqan (tahqiq) untuk kitab "Shahih Al Jami Ash-Shaghir" dan "Dha ‘if Al Jami' Shagir" yang memuat hadits Abi Umamah Al Bahili radhiyallahu 'anhu tentang peringatan nabi SAW kepada umatnya mengenai Dajjal, dan penggambaran yang diberikan oleh beliau yang belum pemah dilakukan oleh seorang nabi sebelumnya.
Pembunuhan Isa 'alaihissalam terhadap Dajjal di (Ludd) negeri Palestina, dan selainnya, merupakan kebenaran kebenaran yang berkenaan dcngan Al Masih yang memberi petunjuk dan Dajjal yang menyesatkan. Dengan hasil tahqiq -yang telah aku lakukan pada kedua kitab tersebut- maka hal itu memicu saya untuk mempelajari sanad hadits dan menelitinya. Ada beberapa hadits yang lemah (dha ‘if) yang tidak mungkin dijadikan sandaran hukum. Terlebih lagi pada "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah "Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah perihal akidah keyakinan seperti ini. Akan tetapi, saya mendapat kejelasan di awal penelitian yang saya lakukan pada matan hadits tersebut bahwa kebanyakan dari hadits itu shahih dan tertera dalam kitab "Shahihain" dan kitab-
kitab Sunnah yang lain.